Media Akademik & Konsultasi

Website Mawaris yang lebih profesional, siap dipakai mahasiswa dan masyarakat.

Web ini dirancang sebagai pusat edukasi mawaris, konsultasi awal hukum keluarga Islam, artikel akademik populer, dan simulasi pembagian waris yang lebih rapi, modern, dan mudah dipahami.

Konsultasi WhatsApp Coba Kalkulator
01Layanan konsultasi
02Artikel mawaris
03Kalkulator edukatif
04Branding akademik
Foto M. Saeful Amri

M. Saeful Amri, S.H., S.Hum., M.H.

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah 2, Brebes

Fokus: Mawaris, Hukum Keluarga Islam, dan Edukasi Farāidh

Profil Dosen

Bagian ini menampilkan identitas akademik dosen, institusi, serta jalur konsultasi yang bisa langsung diakses publik.

Foto dosen

M. Saeful Amri, S.H., S.Hum., M.H.

Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah 2, Brebes

Email: amrisave2005@gmail.com
WhatsApp: 085777714022
Website: studimawaris.my.id
Fokus kajian: Mawaris, Hukum Keluarga Islam, dan pendidikan hukum Islam
Konsultasi Mawaris Pendampingan Mahasiswa Kajian Hukum Keluarga Islam

Layanan Utama

Web ini tidak hanya berfungsi sebagai profil dosen, tetapi juga sebagai media konsultasi, penguatan literasi mawaris, dan pintu masuk pembelajaran publik.

Konsultasi Mawaris

Melayani konsultasi awal tentang pembagian harta waris Islam, urutan penyelesaian tirkah, dan identifikasi ahli waris.

Pendampingan Akademik

Dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami konsep farāidh, latihan kasus, dan penguatan materi hukum keluarga Islam.

Edukasi Publik

Masyarakat umum dapat menggunakan web ini sebagai pengantar untuk memahami dasar-dasar waris sebelum konsultasi lebih lanjut.

Artikel Mawaris

Versi generasi 2 sudah menambahkan artikel hidup. Setiap tulisan dapat dibuka langsung di halaman yang sama agar web terasa lebih aktif dan profesional.

Pengantar Ilmu Mawaris untuk Mahasiswa

Mengenalkan istilah dasar, struktur ahli waris, serta pentingnya memahami urutan penyelesaian harta peninggalan.

Ilmu mawaris adalah cabang hukum Islam yang mengatur perpindahan hak atas harta peninggalan setelah seseorang meninggal dunia. Dalam pembelajaran awal, mahasiswa perlu memahami perbedaan antara tirkah, utang, wasiat, dan bagian ahli waris. Pemahaman ini sangat penting karena pembagian waris tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. Seluruh kewajiban pewaris harus diselesaikan lebih dahulu, baru kemudian bagian ahli waris dihitung secara tertib.

Urutan Penyelesaian Harta Peninggalan

Membahas biaya pengurusan jenazah, utang, wasiat, dan pembagian waris agar proses berjalan sesuai prinsip syariah.

Harta peninggalan tidak langsung dibagikan kepada keluarga. Ada urutan yang harus diperhatikan: pertama biaya pengurusan jenazah, kedua pelunasan utang pewaris, ketiga pelaksanaan wasiat yang sah maksimal sepertiga, dan keempat pembagian waris. Urutan ini penting agar tidak terjadi sengketa dan agar hak orang lain tidak terabaikan. Dalam praktik, banyak keluarga langsung membagi harta tanpa menyelesaikan kewajiban dasar ini.

Memahami Bagian Anak Laki-laki dan Anak Perempuan

Penjelasan ringkas tentang prinsip bagian 2:1 ketika anak laki-laki dan perempuan hadir bersama sebagai ahli waris.

Ketika anak laki-laki dan anak perempuan hadir bersama, bagian mereka dihitung dengan prinsip bahwa anak laki-laki memperoleh dua bagian dari anak perempuan. Prinsip ini bukan bentuk ketidakadilan, melainkan bagian dari sistem tanggung jawab ekonomi dalam hukum Islam. Namun, sebelum sampai pada tahap ini, bagian tetap ahli waris seperti suami, istri, ayah, dan ibu harus dihitung lebih dahulu sesuai kondisi kasusnya.

Kalkulator Waris Generasi 2

Versi ini lebih lengkap daripada tahap awal. Sudah mendukung pasangan, ayah, ibu, anak laki-laki, anak perempuan, serta mengurangi utang, biaya jenazah, dan wasiat yang sah. Tetap bersifat simulasi edukatif, bukan fatwa otomatis final.

Catatan: kalkulator ini untuk konsultasi awal. Kasus nyata tetap perlu verifikasi manual, terutama jika melibatkan ahli waris pengganti, saudara, cucu, penghalang waris, atau variasi aul dan radd.

Ringkasan Tirkah
Belum dihitung.
Hasil Simulasi
Silakan isi data lalu klik tombol hitung.
Kalkulator ini membantu penjelasan awal. Untuk kasus keluarga nyata, pembagian akhir tetap perlu telaah lebih rinci.